◀ ▶
Skin is made by Mitsuno Hanna
Basecode by Pika
Helped by { 1 | 2 | 3 }
Edited by Kayyisa
Hidup, Mimpi, dan Rahasia
Posted on Friday 12/23/2016 < 0 tomodachi >

Kalian pernah merasa dikecewakan oleh hidup?
Merasa kalau hidup kalian sudah tak berguna lagi?
Merasa kalau semua mimpi-mimpi yang telah kalian gantung itu tak akan bisa diraih?
Merasa gagal dan putus asa dengan hidup?

Itu yang aku rasakan akhir-akhir ini.

Aku bertanya-tanya, mau dibawa kemana hidupku ini?  Aku bahkan tak tau apa tujuan hidupku. Apa yang akan ku lakukan esok hari. Apa yang ingin kuwujudkan di masa mendatang. Apa yang akan ku persembahkan untuk membuat kedua orang tuaku bangga nanti.

Mimpi-mimpi yang dulu selalu ku katakan dengan lantang dan optimis pun kini mulai gugur satu per satu.

Sepertinya, pahitnya realita kehidupan lah yang sudah melahap habis mimpi-mimpiku.

Realita kehidupan memang jahat.

Ia bahkan membuatku takut untuk kembali bermimpi. Takut untuk kembali merasakan perihnya terjatuh dari mimpi yang kubuat sendiri.

***

Keputusan nekatku untuk keluar dari sekolah memang membuat banyak orang geleng-geleng kepala, tak terkecuali orang tuaku. Jangan pikir mereka mendukung aksi ku ini. Tidak. Mereka sama sekali tidak menyetujui ide gila ini.

Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa terus bertahan melakukan sesuatu yang kubenci. Ini semua benar-benar membuatku hampir tak waras.

Percayalah, ini bukan hanya sekedar perasaan malas yang muncul tiap kali hari senin tiba, lebih dari itu.

Mungkin memang terdengar berlebihan, tetapi jika kalian melihat kondisinya dan ikut merasakan hal yang sama melalui sudut pandangku, maka kalian akan sependapat denganku.

Bukannya aku tak bersyukur telah diterima di sekolah itu. Namun, sesuatu membuatku membenci tempat itu dan memaksaku untuk pergi dari sana. Aku merasa itu sama sekali bukan tempat yang diperuntukkan bagi orang sepertiku.

Singkat cerita, aku gagal menghadapi seleksi alam.

Aku kehilangan mimpi dan angan-anganku. Kepercayaan diriku. Juga semangatku.

Dan sekarang, di sini lah aku berada.
Rumah.
Tempat ternyaman yang pernah ada.
Yang kini tidak hanya menjadi tempat beristirahat untukku, namun juga menjadi sekolah bagiku.

Sungguh, aku sangat menikmati masa-masa ini. Belajar di rumah. Aku bebas menentukan materi apa yang akan kupelajari hari ini. Masa bodoh materi kelas berapa yang kupelajari itu. Jika sudah pusing dengan berbagai angka dan hitungan yang rumit, maka aku akan lompat ke materi lain yang lebih ringan. Atau aku akan memutuskan untuk menyaksikan beberapa video di youtube guna mendinginkan otakku.

Itulah kehidupanku sekarang.

Meski begitu, kini aku malah merasa hidupku semakin tidak jelas. Aku yakin kalian pasti beranggapan yang sama. Kalian berpikir bahwa aku ini aneh. Cara berpikirku aneh. Hidupku aneh. Semuanya yang berkaitan denganku aneh.

Dan karena itu lah, aku mulai mengkhawatirkan nasib hidupku.

***

Tadi malam, di tengah-tengah kegelisahanku dengan hidupku yang semakin lama semakin absurd, seseorang mengatakan ini kepadaku

"Mungkin Allah punya rahasia buat kamu."

Entah kenapa, kata-kata se-simpel itu berhasil membuatku kembali menaruh harapan dengan kehidupan.
Aku sadar, ini masih jauh dari akhir perjalananku tentunya. Masih ada sekitar 16.425 hari –atau mungkin lebih– lagi yang sudah menanti. Tidak seharusnya aku putus asa dengan semua impianku dan berpikir kalau hidupku sudah tamat sampai di sini.
Mungkin, apa yang selama ini aku inginkan, aku kejar-kejar, aku impikan, dan aku usahakan sekeras mungkin, bukannya tidak diberikan oleh Allah, tapi digantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Atau bisa saja Allah akan memberikannya, cuma bukan sekarang, tapi nanti di waktu yang tepat.

Semua akan indah pada waktunya.

Begitu kalau kata orang-orang.

Aku tak tau apa yang sudah Allah rencanakan untuk diriku. Apa yang akan terjadi selama 16.425 hari kedepan. Kejutan apa yang sudah Allah persiapkan untukku. Masa depan seperti apa yang akan kualami nantinya.

Karena, hidup itu penuh misteri dan rahasia.

Kita cuma bisa menerka-nerka, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sambil bermimpi dan terus berusaha.

Selebihnya, itu keputusan Allah.

Labels: ,